Wak jenggot baju biru dengan hati dan akalnya :p

April 25, 2007

Pagi buta pukul 2.10 (liat hape soalnya.. ada 5 sms masuk dari cewe2 semua :p ) bangun dan ke kamar mandi untuk memenuhi panggilan (pipis kok.. aq ga se-alim itu lah..  :p ), setelah selesai bersibuk-sibuk diri, jalan ke belakang dan mengambil sebotol air minum, intip meja makan bentar (waks.. kucingku bangun dan minta sesuatu.. huuhuu.. ambil mayat ayam -yang sore tadi dimutilasi lalu di goreng dengan bumbu seadanya- lalu beri ke kucing *namanya tujel* :p ). Balik ke kamar, nyalain komputer -berkutat sebentar dengan modem CDMA- lalu mulai buka-buka halaman web.. waks.. DC :( Grr.. sinyalnya jelek banget. Setelah konek-putus-konek-putus beberapa kali akhirnya tersambung dengan sedikit lancar.. buka wordpress , hihihi.. liat beberapa koment.. wah.. ada orang berjenggot pake baju biru.. :-? oww.. ternyata pak abdulsomad. Beberapa kali melihat potonya di blognya wadehel.

Tapi kali ini wadehel biarkan istirahat dengan tenang deh.. masa semua orang bicarain dia.. :p kan kasihan di-pergunjingkan. :p ganti bahas wak abdulsomad ah… :p hihihihi… dalam beberapa koment di post ini banyak yang ga simpatik rupanya dengan apa yang disampaikan dengan wak abdulsomad, misalnya : si yudhipras yang terang-terangan menyatakan bahwa pak abdulsomad adalah “kyai goblog” (pissss… pak abdulsomad). Lalu ada juga Fourtynine yang menyinggung “ukuran” (maksudnya otak… :p ) pak abdulsomad.. dan ada beberapa lainnya juga seperti si antobilang , joesatch , xwoman , dan Death berry juga (s/d tgl 23 april 2007 ini) . :p ada beberapa yang lain yang tak tersebutkan juga yang melihat-lihat aja.. Muncul sedikit pertanyaan, kenapa ada sikap tak simpatik dari mereka ? :-?

hmm.. mari kita liat dan amati.. :D

Kenapa semuanya pada muak malas ga berkenan dengan apa yang dinyatakan wak abdulsomad mungkinkah si antobilang dan joesatch se-kafir tidak beriman dengan apa yang mungkin dibayangkan pak abdulsomad ? ato mungkin karena mereka semua hanya saling salah presepsi dan sama-sama merasa capek pandai berbeda ? nah…

Disini tidak akan saya kutip ayat ato apa dan darimana, karena ini merupakan pengamatan pribadi yang netral, dan tanpa mikir, berikut pertanyaan yang timbul dan mungkin akan mengajak anda sekalian untuk mengamati (karena ga harus dan bukan kewajiban anda sekalian untuk memahami cara saya berpikir).

  1. Apa ada yang suka kalo ada orang yang <strike>sok</strike> suka menasihati dengan menampilkan diri yang seolah-olah satu-satunya manusia yang paling memahami dengan sesuatu hal ?
  2. Apa ada yang suka kalo pendapatnya terbantah ? (suka dan menerima dengan 100% tanpa tongkol dongkol)
  3. Apa ada yang lapar waktu membaca kata tongkol ?
  4. Apakah ada yang bisa menilai seberapa jauh iman anda pribadi ?
  5. Apakah ada yang bisa menilai seberapa jauh iman tetangga anda ?
  6. Apakah ada yang tau apa artinya “ghaib” ? :p
  7. Apakah ada yang berhak menilai kapasitas otak orang lain ?
  8. Apakah apa yang dipercaya orang dalam pribadinya lain boleh kita utak-atik ?
  9. Apakah avatar saya cakep ?
  10. Apakah anda menjawab semuanya sampai nomor 10 ?

oke.. anda bisa mulai berpikir dan mengamati sendiri.. :D dan kita bisa bersama-sama menarik sebuah kesimpulan yang saya yakin akan sama dengan kesimpulan yang saya tarik disini.. :p

- saya cakep – abusomad yang soal HATI part-2 ini saya pribadi masih seneng bacanya.. :p sirkus..sirkus… masak seleb blog dibilang sirkus.. iyaaaa.. analogi aja.. tauuuuuu.. :p

Entry Filed under: catatan, kejadian, ngantuk, tetek bengek. .

17 Comments Add your own

  • 1. antobilang  |  April 25, 2007 at 3:19 pm

    jujur sebenernya saya ogah mau komen masalah ini, tapi but it’s okay lah, mungkin saudara/i belum tahu sesuatu hal.
    ada baiknya saudara/i melakukan penyelidikan terlebih dahulu kenapa banyak orang berlaku seperti itu kepada wak abdul,
    diantaranya di sini :
    http://tajib.wordpress.com/2007/02/10/talkshow-online-menjadi-muslim-yang-baik-di-indonesia-bersama-bloggers-islami-yang-tidak-islami-boleh-ikut-juga/
    semoga anda bisa menyimpulkan dari situ dan beberapa postingan terkait di seluruh blogosphere.

    Reply
  • 2. irdix  |  April 25, 2007 at 3:45 pm

    @ antobilang

    okay.. meluncur ke TKP :D

    hmm…. kayaknya mesti ditambahkan sesuatu di post saya..

    ga koment masuk neraka.. Hahahahaha..

    -kabur-

    Reply
  • 3. abdulsomad  |  April 26, 2007 at 9:28 am

    Assalamualaikum wr wb…
    jangan terlalu di puji ah, ntar niat wak jadi berubah… he he he he, yg berhak di puji itu cuma ALLAH, Subhaanallah…

    Reply
  • 4. irdix  |  April 26, 2007 at 12:04 pm

    abdulsomad
    Semoga keselamatan dan barokah juga untuk anda wak.. :)

    kalo saya memuji anda pasti juga arahnya pada sang pencipta wak, karena anda ciptaannya jadi diterima saja..

    seperti saya memuji sebuah lukisan yang bagus, berarti saya memuji yang membuat lukisan tersebut.
    CMIIW :)

    Reply
  • 5. Mr. Geddoe  |  April 26, 2007 at 4:04 pm

    seperti saya memuji sebuah lukisan yang bagus, berarti saya memuji yang membuat lukisan tersebut.

    Analogi yang bagus :D

    Reply
  • 6. Death Berry  |  April 26, 2007 at 7:15 pm

    Muncul sedikit pertanyaan, kenapa ada sikap tak simpatik dari mereka ?

    Salah itu akhi !™ :mrgreen:

    Hohoho….bukannya tidak simpatik, tidak mengerti maksud dari post itulah jawabannya. :D

    Reply
  • 7. irdix  |  April 26, 2007 at 7:34 pm

    @ Death Berry

    Well.. ga semua orang harus mengerti dengan post yang dimaksud kan :) tapi kenapa ada yang ga bisa mengerti maksud dari sebuah satire yang jelas-jelas bisa dimengerti ?

    :p

    Reply
  • 8. Mr. Geddoe  |  April 26, 2007 at 10:30 pm

    Saya kok kadang berpikir kalau Wak Somad ini penulis satir yang lebih parah dari Wadehel. Soalnya kalau diteliti, tulisannya sebenarnya bisa diartikan sebagai satir :P

    Reply
  • 9. irdix  |  April 26, 2007 at 10:45 pm

    @ Mr. Geddoe

    apa bedanya penulis satir sama orang keras kepala ya ?

    lalu bedanya orang keras kepala sama orang jihad apa juga yah ? :-?

    Reply
  • 10. abdulsomad  |  April 29, 2007 at 8:01 am

    Assalamualaikum wr wb
    Liat-liat comment sambil elus-elus jenggot, he he he, kadang2 wak juga suka ketawa mesem baca postingan sendiri, saya memang keras kepala (bekas pemain bola specialis nyundul.

    Reply
  • 11. irdix  |  April 29, 2007 at 7:12 pm

    Wak somad

    Semoga keselamatan dan barokah juga untuk uwak.

    Memangnya dulu uwak nyundul bolanya ato gawangnya? kok sampe jadi keras kepala? :p

    wak.. itu avatar yang pake baju biru kok cuman satu orang aja? yang lain pake baju putih-putih.. wah ga kompak..

    -met berbuka puasa.. makan-

    Reply
  • 12. abdulsomad  |  April 30, 2007 at 1:22 pm

    Assalamualaikum wr wb
    Itu foto wak, maklum waktu itu wak anggota baru, ga tau kalo seragam nya putih-putih, dan sisa baju yg kering di rumah tinggal yg warna biru itu.

    Reply
  • 13. xwoman  |  May 1, 2007 at 10:19 am

    sewaktu aku ngomen di salah satu posting (kalo ga salah di blognya wadehel ato mas tajib) aku cerita suatu hari ketika praktikum aku melihat makhluk yang sangat kecil di mikroskop, aku bilang subhanallah Allah memang Maha Besar. Terus pakde Somad malah membalas, Allah itu hanya ditemukan di dalam Masjid ga akan ditemukan di pasar, di perpustakaan, di sekolah, di WC.

    Anda tarik kesimpulan sendiri, jawaban macam apa itu! Justru aku takut komentar2 beliau yang OOT itu malah memberikan opini yang tidak baik dimata noni yang sama sekali tidak mengetahui tentang Islam!

    Reply
  • 14. irdix  |  May 1, 2007 at 12:51 pm

    wak somad
    semoga keselamatan dan barokah juga bersama uwak

    Owwwhh… bini di karyakan dong wak.. :D

    xwoman

    ehhehehe..kalo sekiranya suatu kesimpulan itu tidak sesuai dengan apa yang kita yakini ya sudah ga perlu diambil :) kalo sesuai ya boleh diambil.. lagipula hobby menyimpulkan-menyimpulkan itu juga kayaknya subyektif aja :D

    -maem roti euy-

    Reply
  • 15. Pulang Kampung « wak AbduLSomad  |  June 30, 2007 at 9:35 pm

    [...] sebetulnya Jakarta lebih munasib bagi kami buat menetap, rumah besar, kendaraan, gaji besar, tetapi hati kami (saya dan bu dulsomad) merasa merasa tentram tinggal di pulau kecil [...]

    Reply
  • 16. Pulang Kampung « wak AbduLSomad  |  June 30, 2007 at 9:38 pm

    [...] sebetulnya Jakarta lebih munasib bagi kami buat menetap, rumah besar, kendaraan, gaji besar, tetapi hati kami (saya dan bu dulsomad) merasa merasa tenteram tinggal di pulau kecil [...]

    Reply
  • 17. P u l a n g . . « wak AbduLSomad  |  June 30, 2007 at 10:02 pm

    [...] sebetulnya Jakarta lebih munasib bagi kami buat menetap, rumah besar, kendaraan, gaji besar, tetapi hati kami (saya dan bu dulsomad) merasa merasa tenteram tinggal di pulau kecil [...]

    Reply

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


bRaiN sTatUs

Laper

Daftar Menu

Yang sudah Mencicip

abughalib on About
eko on Tentang Aku-ku
Kafe Blogger on Power Ranger Porno
lengekmr4p3n on Tentang Aku-ku
budisan68 on Tentang Aku-ku
kahfinyster on Tentang Aku-ku
kahfinyster on Jangan dibuka..

Blogroll

Yang menonton dan ikut makan..

Makanan yang saya Makan


Jangan Percaya sama mereka !! percaya sama saya aja.. Xixixixi
jangan mau dipaksa-paksa, kalo bisa anda aja yang maksa-maksa.. Ehhehehehe..

Yaaaa….. Kirim aq bunga (^^,)

Yaaaaaahhooooo !!
YM:irdi_nata