Bersepeda dengan Tuhan

setelah Perkenalanku dengan Tuhan, Aku dan Tuhan berpacaran, namun meski begitu Tuhan tetap tidak mengurangi apa yang disebut orang-orang dengan cobaan padaku.

ZZZZzzzzz…. (..snooring a.k.a ngorok..)

” 2461..2461.. tolong lapor situasi ke markas.. ”
” 2461..24…” tep..

Aku raih ponselku yang berisik.. pukul 2 pagi.. di W700i-ku terpampang Foto Miyabi dan tulisan “My Lovely God”, yah sejak Aku pacaran dengan Tuhan, dia sering kontak-kontak dan kasih pesan motivasi, tapi kayaknya sekarang aq bener2 ga mood untuk mesra-mesraan.. bener2 down, ga ada semangat untuk melewati hari-hari ke depan. Pokoknya bener-bener patah semangat..

_______________________
Hai.., kamu kok sekarang jadi down gitu..
ketemuan yuk.., nanti jam 6 pagi
Ku-jemput kamu.

Luv U
_______________________

besok.. waduh aq ada janji ama temen2 mo nonton Spiderman 3.., “kita refreshing, biar kamu santai..” kata temenku. Wah mesti kasi tau Tuhan dulu nih.. tapi.. maksudnya “jemput” ini gimana yah ? wah.. apa aku akan mati ? tapi..

RRrrrrhhtttttttttt,
rrrhhtttttttttttttttttt,rrrhhttttttttttttt

” 2461..2461.. tolong lapor situasi ke markas.. ”
” 2461..24…” kulihat di layar HP, miyabi lagi… aq mendongak sebentar dan tersenyum kecut..

____________________________
Udah ga usah mikir yang engga-engga..
pokoknya besok kita jalan dan temenmu
besok ga bisa datang :p

Makasih sayangku.. muach..!!
____________________________

Waduh.. lagi-lagi dia seperti ini, humm.. tapi gpp-lah hitung-hitung Aku juga sebenernya kangen banget jalan sama Dia, terakhir kali ketemu Aku dan Dia menghabiskan malam berduaan sambil “bercengkrama” di kamar. Tapi kali ini Aku bukan membutuhkan sebuah pelampiasan, Aku membutuhkan penjelasan dan jawaban atas kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku. Kemudian Aku pun membaringkan tubuhku dan entah bagaimana, Aku terbangun karena mendengar suara bel sepeda di depan kamarku.. di depan kamarku ??

“Kriing..Kriing..”

Aku segera keluar kamar dan melihat disana ada Tuhan dan.. wah ? sepeda tandem ??

” hi ” sapanya renyah..
hari ini ia nampak cantik seperti biasanya, dibalut tanktop putih dan celana ketat warna hitam, rambut panjangnya yang hitam dan berombak diikat dengat bandana yang berwarna pink, kontras sekali dengan kulit putihnya.

” Yuk jalan, buruan kamu cuci muka , Aku tunggu di jalan depan yah..”
tanpa menunggu jawabanku, Tuhan beranjak dari depan kamarku.. Aku bengong.. sambil cuci muka dan segera ganti baju, pake deodoran, semprot parfum sedikit (kalo banyak-banyak, bisa merusak atmosfir..).

Aku segera menuju keluar rumah, Tuhan sudah duduk di di sadel belakang, dan memintaku segera naik ke sepeda tandem itu.. padahal lebih enak di belakang, jadi aku bisa melihat pinggulNya. Akhirnya kitapun mulai bersepeda, Tuhan memintaku bersepeda ke Alun-Alun Kota.. ajegile.. itu 10Km dari sini pikirku.. aq pun segera memikirkan route tersingkat untuk sampai ke sana. Baru lima menit aku mengayuh dan mengarahkan sepeda ke route tersingkat, Tuhan minta berhenti..
“tukar.. kamu dibelakang”

Tuhan yang tadinya di sepeda belakang, menyarankan kami berganti posisi, dan aku setuju.

…………………..

Saat aku mengira aku yang memegang kendali, Aku juga mengira aku tahu jalannya. Aku mencoba mengambil jarak terpendek di antara dua titik. Tapi, saat aku membiarkan Ia memimpin, Aku jadi tahu bahwa Ia tahu tahu jalan panjang yang menyenangkan, mendaki, melewati jalan-jalan berbatu, kadang mengayuh dengan kecepatan yang menakutkan. Cuma itu yang bisa kulakukan untuk bertahan! Bahkan waktu jalan terlihat membingungkan atau mungkin salah, Ia hanya berkata, ? KAYUH!?

Aku kuatir dan cemas, dan bertanya, ?Kemana Dikau membawa diriku?? Ia hanya tertawa, dan tidak menjawab ? hanya mencondongkan badannya sedikit ke belakang, menyentuh tanganku untuk mengingatkan bahwa Ia selalu bersamaku dalam perjalanan ini. Jadi, aku mulai belajar hukum spiritual alam semesta, dan aku mulai percaya kehidupan. Betapa ini telah menjadi sebuah petualangan hebat!

Ia membawaku ke orang-orang dengan berkah yang saya perlukan, berkah penyembuhan, penerimaan dan kebahagiaan. Mereka memberikan berkah mereka dengan cuma-cuma untuk kubawa dalam perjalananku, perjalanan kami, Tuhan dan aku. Dan kami teruskan perjalanan kami. Sebelum kusadari, Tuhan berkata,?Ayo bagi-bagikan berkah ini, hanya jadi kelebihan bagasi, terlalu banyak untuk hanya kita yang memilikinya.? Dan begitulah, aku bagikan ke semua orang yang kami temui sepanjang jalan. Dan kudapati bahwa semakin banyak kubagikan, semakin banyak kuterima pula, dan beban kami tetap saja ringan.

Sulit pada awalnya untuk percaya kepada-Nya, membiarkannya menyetir hidupku. Kutakutkan Ia bisa merusaknya. Kupelajari kemudian bahwa Tuhan tahu rahasia sepeda yang tidak kuketahui! Contohnya, Ia tahu bagaimana melewati tikungan tajam, melompati batu-batuan tinggi, dan Ia terbang melewati jalur-jalur menakutkan. Lagipula, aku belajar lebih menikmati pemandangan dan terpaan dingin di wajahku, dalam keakraban yang tetap dan menyenangkan dengan Kekuatan Terbesar-ku.

Dan saat aku yakin aku tidak sanggup meneruskan lagi, Ia hanya tersenyum dan berkata, ? KAYUH!?

……..

Advertisements

8 thoughts on “Bersepeda dengan Tuhan

  1. salam kenal….
    Saluut… dgn tulisannya. Entah kapan bisa temukan bacaan ttg Tuhan yg seperti ini lagi. Mencerminkan kedekatan anda dgn Tuhan, juga mencerminkan bahwa gender anda adalah cowok. 😀

  2. Trims dah nulis gitu, aku lg nunggu Tuhan, aku tahu Dia sayang aku, tapiii lama banget…ingatlah firman yang Kau katakan kepada hambaMu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janjiMu akan menghidupkan aku kembali…………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s