Nganggur.. nulis I-Pe-De-En (Institut Pelayan Dalam Negeri)

I-Pe-De-eN ribut lagi.. lagi-lagi pembunuhan lagi..

lalu kenapa kok bisa-bisanya hal seperti ini dibiarkan berlanjut sama para pemimpin-pemimpin penguasa kita ?

Negara Kesatuan Republik Indonesia bergolak, sebuah institusi pendidikan atau lembaga pendidikan yang semestinya mencetak calon pemimpin dan pelayan masyarakat, malah mencetak calon-calon pejabat (biasanya mereka emang berkesempatan lebih besar menjadi pejabat) yang lebih banyak memajukan otot, bukan otak, bukan nurani, bukan kesabaran, dan akal sehat.

Lalu dimana letak salahnya ? baca ini dulu.. di sini, di sini, di sini, di sini , di sini, di sini, di sini, di sini, di sini, disini dan disini *banyak amaaaattt* -hufff..-

Kualitas mental, emosi dan akal dari seorang remaja dan seorang yang dewasa (by all means dewasa) jelas sangat berbeda, di usia yang pada umumnya kualitas mental, emosi dan akal belum matang seorang siswa diberikan pendidikan yang mana hanya diberikan pengajaran soal bagaimana menjalankan pemerintahan bukan cara membangun menjadi lebih baik..

sudahlah.. saya bukan bermaksud apatis dengan kejadian ini.. cuman lihat gambaran besarnya.. Negara memberikan Pistol untuk dimainkan seorang balita, kualitas pengendalian diri yang kurang bisa dilihat saat beberapa waktu sebelumnya mereka memaki-maki, berkonfrontasi dan mendebat semua alasan tentang Petisi Online pembubaran IPDN, bukan hanya para siswa yang mengkonfrontasi, termasuk alumni-alumninya juga.

Terus terang aja, bapak saya sendiri alumni A-Pe-De-eN (ini nama sebelum eS-Te-Pe-De-eN atopun I-Pe-De-eN ini), dan memang beliau merasa kecewa dengan keadaan saat ini, beberapa pernyataan dibawah ini adalah perkataan bapak saya pada waktu malam setelah kejadian pembunuhan itu..

” lha wong anak-anak lulusan sana sekarang manja-manja.. pikirnya bakal jadi pejabat.. mestinya mereka berpikir bagaimana menjadi pelayan, kan digaji untuk itu..” kata beliau.

“ya semestinya bukan anak ingusan lulusan SMU yang masuk sana itu.., tapi mereka-mereka yang sudah bekerja pada instansi pemerintah sebelumnya, jadi bukan jamannya program seperti itu lagi.. mestinya semacam peningkatan kualitas aparatur negara sebagai pelayan masyarakat” lanjutnya lagi.

… aq jadi termenung..

“itu sebabnya bapak sama sekali ga menyarankan kamu masuk ke sana le..” kata bapak lagi.

Dalam hati aq membenarkan pernyataan bapak, di usiaku yang sekarang saja, bahkan ‘marah’ baru saja menjadi asing untukku 🙂 dan mau ga mau, manusiawi sekali untuk kita marah.. bahkan saat inipun mungkin banyak pihak merasa marah dan kecewa dengan kejadian ini.

Udahlah.. segini aja, saya cape.. sedih banget rasanya sama sang penguasa Negara kita..

FYI : foto-foto bapak saya pas sekolah di sana memperlihatkan tubuh beliau yang kerempeng (sekarang aja agak atletis karena rajin bersepeda santai).. see the diference ? olahraga hanya suplemen 🙂 big muscle but small brain won’t do..

semoga negara kita ga bernasib seperti.. uhhmm.. negara mana yah yang dulu nama pemimpinya idi amin itu ? lupa saya..

oh iya.. mbok venus , salam dari bapak saya dah disampaikan ke bapak sampeyan ? :-p -small world-

Advertisements

8 thoughts on “Nganggur.. nulis I-Pe-De-En (Institut Pelayan Dalam Negeri)

  1. lha wong anak-anak lulusan sana sekarang manja-manja.. pikirnya bakal jadi pejabat.. mestinya mereka berpikir bagaimana menjadi pelayan, kan digaji untuk itu.

    Betul sekali, Bapak Sampeyan.

  2. Mpok… kalo BOM mah kegedean atuh. Kasian praja2 yg baik, gimana pun aku masih percaya ada praja yg masih memiliki otak dan hati nurani. Errr… nyewa sniper berapa duit ya? 😛

  3. Kalo cuma bom sederhana aja bisa.. pake lab sekolah aja bisa jadi tuh… hohohoho… tapi…

    aq lupa caranya..

    sniper mah masih ada jejak.. mending sewa ninja aja.. kekeke..

  4. Ehm… bosen jg dengar kabar/berita tentang ipdn huhhh… nggak ada yang lebih baik po? beritanya…. misalnya kek semuanya jadi gubernur.. minimalnya kek jadi lurah xixixiixiixixiixx

    lam kenal yach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s