sosialisasi sensasi penegakan hukum

MALANG – Setelah dijebloskan ke rumah tahanan (rutan) sejak Kamis 1 Juni lalu, secara resmi Kapolwil Malang Kombes Pol M. Amin Saleh memberikan keterangan tentang kepastian penahanan tiga orang pemilik warnet yang diduga menggunakan software ilegal.”Anda sudah bisa lihat sendiri, mereka telah mengenakan baju tahanan dan tadi (kemarin siang, Red) ketiganya sedang diperiksa penyidik,” ungkap Amin saat melakukan sidak rutin ke rutan polwil siang kemarin.Ketiga tersangka yang ditahan itu, lanjut Amin, telah mendekam di rutan sejak sepekan lalu. Tersangka berinisial AR, AC, dan EM ini ditahan menyusul terpenuhinya semua unsur yang memungkinkan seseorang untuk ditahan, karena khawatir mempersulit proses penyidikan. Misalkan menghilangkan barang bukti atau bahkan melarikan diri. […]

berita lengkapnya di JawaPos online yaa..yaa.. beberapa temen yang punya warnet hari ini kelabakan denger berita ini, ga tau lagi dengan siwi yang juga punya warnet.. bingung apa ga dianya.

*back to topic*

lalu iseng liat websitenya POLRI disana terpampang jelas sebuah pernyataan (menurutku sih gitu).

PELINDUNG, PENGAYOM DAN PELAYAN MASYARAKAT

Pergeseran paradigma pengabdian Polri yang sebelumnya cenderung digunakan sebagai alat Penguasa kearah mengabdi bagi kepentingan masyarakat telah membawa berbagai implikasi perubahan yang mendasar. Salah satu perubahan itu adalah perumusan kembali perannya sesuai Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 yang menetapkan Polri berperan selaku pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, serta pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Arah kebijakan strategi Polri yang mendahulukan tampilan selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dimaksud bahwa, dalam setiap kiprah pengabdian anggota Polri baik sebagai pemelihara Kamtibmas maupun sebagai penegak hukum haruslah dijiwai oleh tampilan perilakunya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, sejalan dengan paradigma barunya yang mengabdi bagi kepentingan masyarakat.

kata-kata diatas yang dirumuskan entah oleh siapa dan apa tujuannya aq ga ngerti, cuma aq baca-baca dan amati.. ada yang bikin geli di benak..

[…]dalam setiap kiprah pengabdian anggota Polri baik sebagai pemelihara Kamtibmas maupun sebagai penegak hukum haruslah dijiwai oleh tampilan perilakunya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, sejalan dengan paradigma barunya yang mengabdi bagi kepentingan masyarakat..

sejalan dengan paradigma barunya yang mengabdi bagi kepentingan masyarakat, maka masyarakat perlu mengetahui ini tampaknya, meski masyarakat perlu dengan apa yang disebut dengan internet untuk komunikasi, memerlukan komputer dengan OSnya, pihak masyarakat perlu mengetahui juga dan disosialisasikan tentang hal ini.. terutama solusinya. Yaa.. saya tahu.. POLRI hanya bertugas menegakkan hukum saja.. ini yang membuat masyarakat yang belum melek hukum kurang simpatik dengan POLRI. Namun Paradigma POLRI yang baru ini gimana nantinya dalam pelayanan masyarakat ? apakah memberikan solusi atau hanya mirip seperti dulu kala ? yakni menghukum dan me-mungli.

Yap saya tau ini bakal menuai kecaman buat saya terutama dari pihak POLRI (kalo mereka tau dan liat blog saya sih.. :p ), nah buat bapak-bapak polisi.. kasih solusi dong ? jangan dihukum-hukum aja.. tapi kalo bisa kasi solusi kepada kami masyarakat pengguna jasa informasi, misal.. berkerja sama entah dengan siapa dan badan pemerintah apa untuk bikin OS dengan embel2 FREE… yang GUInya apik, User Friendly dan sebagainya.. kan nantinya hal ini bisa mencegah timbulnya pembajakan OS di Indonesia ini..

biarpun saya pake LinuX, tapi saya merasa miris liat temen2 saya yang notabene adalah pengguna pasif komputer (hanya pake untuk kerja administratif aja). Kalo dikasi tau untuk belajar pake Linux jawabnya enteng.. “buat apa? ”

Btw.. para blogger ada yang bisa kasi solusi murah, cermat, cerdas, irit dan layak dipakai ga ?

Advertisements

4 thoughts on “sosialisasi sensasi penegakan hukum

  1. alhamdulillah…
    warnetku pake legal sofwer…
    yang bisa beli ya beli (windosnya beli jeh, :roll:)
    yang gabisa beli, ya pake yang free…free n clean tentunya…

    😀

  2. Hehehehe… lucu logikanya. Masa’ pengusaha warnet, atau setidaknya para stafnya, yg biasa browsing2 keliling dunia, gak tau alternatif pengganti bajakan. Masa’ harus dikasi tau ama polisi, yg justru seharusnya malah lebih gak tau lagi. Dodol aja mah yg punya warnet tuh. 😛 Kalo pengguna personal di rumah yg gak konek internet, mungkin masih masuk akal, tapi apa iya polisi sampe razia ke rumah2? 😛

    Lagian ngasih solusi itu bukan tugas polisi aku rasa. Trus mau kerja apa tuh Depkominfo, Depdiknas, Depnaker, Deperindag, depdegdegan, dlsb, kalo gak bisa ngasi solusi buat para pelaku pembajakan. Sinergi dong. Kerja lintas departemennya mana? Mentri2-nya ngapain? 😛 Dasar negeri yg aneh, gak pemerintahnya, gak rakyatnya, sama dodol semua. *kecuali saya tentu* 😀

  3. untung saya ga ikut kesebut jg disana.. Xixixi.. maksudnya gini mas, kan semestinya ada surat pemberitahuan dulu / himbauan dari pihak POLRI, aq sih pake windows yg disembunyikan oleh LinuX. (paranoid) hwehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s