Entah

Langkahmu disampingku begitu mungil, aku memperpendek langkahku, menyamakannya jarakmu, melirik kuncirmu, dan sekilas aku melihatmu tersenyum sederhana, aku tak tahu artinya.. apakah itu berarti kamu menikmati setiap momen bersamaku??

aku tak tahu, aku tak bertanya, aku hanya diam, dan aku menikmati setiap momen itu, ya.. setiap satu-satu momen itu. Karena momen hanya ada pada saat itu, dan sejarah atau kenangan akan menimbulkan penyesalan selain kepuasan.

Sebelumnya aku tak pernah menyentuhmu selain saat kita pertama kali bertemu dan saling mengenalkan diri, saling membuka diri, saling selidik, saling mencuri pandang untuk pertama kali, saat itu pula aku melihat diriku dalam dirimu.. begitu nyata.

Sedikitpun aku tak bisa mengingatmu, bahkan saat ini, yang aku lihat saat membayangkanmu adalah diriku dalam sosokmu, dan aku menatap bayanganmu dalam aku.

aku selalu menatapmu dalam-dalam, bukan karena aku ingin mengingatmu, namun aku hanya terheran-heran, kenapa aku melihat diriku dalam dirimu, mungkin aku menyukaimu saat itu juga, saat pertama kali kita bertemu dan aku dipenuhi ketakjuban dan keheranan karena aku melihat diriku dalam dirimu. Serasa melihat sosok asing yang akrab, dalam batin aku bertanya “apa itu aku yang ada didalam sosokmu??” aku merasa senang. Aku mempelajarimu, dengan erat, dan hal-hal baru aku pelajari.. bukankah belajar memang menyiratkan sesuatu yang baru?

Aku bisa tau warna kesukaanmu tanpa perlu aku mengira-ngira atau mencari tahu karena warna itu juga warnaku, aku tau buku mana yang suka kau baca dan enggan kau dekati tanpa harus berfikir apa engkau suka atau tidak, karena kita suka semuanya. Aku suka menyindirmu sebagaimana aku suka sindiranmu, aku suka mencium aromamu, karena saat aku kehilangan sosokmu di sudut mataku, aku hanya perlu bertanya pada udara yang membawa wangimu.

Mungkin jiwamu yang memandang jiwaku, mungkin jiwaku yang mencari dirimu. aku tak tahu, bukankah DIA yang menuliskan momen ini dan membuat kita merealitaskannya tanpa tau scriptnya, mungkin besok aku mati, mungkin besok kita bertemu, siapa yang tahu ? dan aku tak mau tahu juga.

Kamu seolah kepingan puzzle yang kutemukan untuk melengkapi puzzle-puzzle diriku yang telah kususun dengan lengkap, kamu adalah keping terbesar, keping terluar, tanpamu aku akan segera berserakan. Seperti bingkai, kamu membentang lebarkan lukisan hidupku, jika kau tak menarik sisi-sisiku, aku kan tergulung lagi seperti perkamen-perkamen tua yang disimpan dalam gudang, menanti seseorang untuk melongok. Denganmu aku komplit.

aku suka malam hari, keheningan malam sanggup menenangkan aku dan rinduku, tapi cuaca selalu berusaha menggelitik aku dengan kesepianku. Dingin, sunyi dan tenang, dalam itu aku gelisah, malam ini aq begitu merindukanmu.

Bermalam-malam aq mendengarmu dengan caraku sendiri. Kadang ceritamu tentang duniamu membuatku bertanya pada diriku sendiri, “kemana saja aku selama ini”. Aku selalu dan sering kali hanya menatapmu saat tertidur lelap disisiku, menggelung dengan nyaman dan menutup tubuh dengan selimut yang tampak nyaman membungkus tubuhmu, kamu seperti kepompong yang sudah berisi kupu-kupu yang cantik. Kamu menyembunyikan kecantikanmu, dan hanya kau pertunjukkan pada orang-orang tertentu yang bisa mencuri perhatian dan hatimu. Kamu tahu, malam ini aku begitu merindukanmu.

Sembari menatap ke langit malam yang terang karena bulan aq menatap jauh kedalam kegelapan laut, aku selalu senang mendengar suara laut dan udara di pantai, bukan karena apapun, tapi aku sekedar seseorang normal yang akan merasa tergerak pada keseimbangan alam saat ini. Api unggun, Udara malam, Air laut, Pasir pantai, dan kasih sayangmu.. sangat sempurna, batinku bersujud padaNYA yang mencipta apresiasiku saat ini.

Aku merindukanmu malam ini seperti daun kering yang merindukan angin untuk mengakhiri masanya bergantung pada sebatang ranting yang memberinya hidup, seperti pasir pantai kering yang menunggu agar ombak membasahinya dan membuatnya berkilau tersetubuhi cahaya bulan.. aku menendang pasir dan kerikil di kakiku.. aku mendekatkan mereka ke ombak, air lautpun menyapunya, aku yakin sebagian dari butiran lembut pasir itu pasti terseret semakin dalam. Aku merindukanmu dan aku semakin dalam merindukanmu.

Aku tak tahu apa benar angin yang membawa pergi awan tebal yang sejenak menutupi bulan tadi, atau mereka punya kaki-kaki sendiri yang melangkah dan pergi melihat begitu banyak yang bergairah untuk menatap bulan malam ini.. begitu bulat, menyala, tapi jauh sekali. Ya.. sangat jauh sekali. Namun pungguk pun tak pernah putus asa merindukan bulan..

Aku menutup mataku dan mencari sesuatu, mungkin sebuah jawaban di kedalaman diriku. Aku bertanya-tanya, kenapa aku begitu menyayangimu dan mencintaimu, yang kutemukan hanyalah keadaan tak terungkap, sebuah keadaan seperti aku lupa pertama kali aku mengingat. Ya.. apakah itu artinya kamu sang sosok jawabanku?? entah..

Advertisements

19 thoughts on “Entah

  1. begitu banyak rindu di sana palaku jadi pusing berputar-putar seperti main puzzle yang nggak bisa di susun jadi satu.
    tapi yang jelas senang sekali pasti bisa merindu huhuhuhuhu

  2. Aku merindukanmu malam ini seperti daun kering yang merindukan angin untuk mengakhiri masanya bergantung pada sebatang ranting yang memberinya hidup.

    indah se-x kata2mu…. kangen kepada siapa yaaa πŸ™‚

  3. @extremusmilitis

    ini sebuah cerita yang sempat lalu di hidup saya bang πŸ˜›

    @ai
    waa… ai..
    apanya..?

    @Besar
    gnarlz barkley : crazy

    @almascatie
    trimakasih πŸ™‚

    @luna
    engga.. engga salah..

    @syeeddath
    thank you.

    @andi bagus
    hu-uh, pake lampu badai.

    @pudakonline
    waduh.. ada yang ngaduk ya?? kok sampe larut? :p
    salm kenal juga *nunduk*

    @may a.k.a ordinary

    Bwakakakaka.. *apa??*

    @benbego
    uhmm.. bukan.. itu tetangga saya.. sumpah.. aduh pak beneran saya ga tau apa-apa.. ampun..

    *eh.. apa sih??* :p

    @bedh
    semoga segera merindu πŸ™‚

    @pam
    huha!! *teriakan ala irdix untuk menggugah semangat*

    @kurt
    makasih..
    kangen sama yang dikangenin πŸ˜›

  4. “halah.. lha trus gimana?? aku kan orangnya penuh cintah..tah..tah.. (echo) ”

    ::hmm opone…awakmu iku..nggak semangat blass…tangi..tangi…woooi… πŸ˜† maneh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s