Ajarilah egoisku

Setelah sekian lama tak bertemu akhirnya pertemuan membawa kita ke satu tempat, sebuah tempat makan sederhana dengan desain anggun dan angkuh yang membuat harga sekepal nasi pun bisa berkali-kali lipat dari harga sewajarnya.. Namun harga itu pantas terbayar karena aku akhirnya bisa bertemu denganmu.

Tapi pertemuan itu tak semulus bayanganku, egoisku membuatku kewalahan menanggapi sikapmu, aku terdiam. Seperti biasa aku selalu memilih untuk diam jika tak bisa bersikap benar di depanmu, dan aku memang egois dengan bersikap seperti itu padamu. Fakta dasar yang ada adalah konsekuensi perlakuanku padamu pasti terjadi dan aku harus mengalaminya, dan aku menyesal, bukankah penyesalan selalu datang terlambat?? Namun penyesalan akan sangat bermakna jika bisa kita alami dan pahami. Dari situlah kita menumpuk pengetahuan.

Aku diam menatap sejumput kotoran dan meja yang basah karena es yang mengkondensikan udara sekitar gelas es bekas dipakai pelanggan sebelumnya di meja sebelahku, di kaca depan kita terbentuk sebias bayangan tipis dan rapuh, bukumu disebelahku, aku bersedekap dan diam menatap semu di kaca itu, bayangan kita nampak suram, bahkan sikut kita tak bersentuhan.. dingin minuman membuat udara disekitar gelas menyublim, meleleh dan merembes ke sisi gelas.

Diam yang ada membuat aku gelisah, tapi aku tak berbuat apapun, aku takut akan membuatmu yang duduk diam disebelahku semakin berang, tapi aku juga tahu diamku juga bisa membunuhku, karena kamu juga mungkin akan semakin berang dengan sikap diamku, aku serba salah, aku bingung.. candaku sedari tadi kamu tanggapi dengan dingin dan tanpa minat, saat itu aku merasa tak berharga dan tak diharapkan, bahkan mungkin aku tak eksis buatmu selain sebagai seseorang asing yang duduk disebelahmu, aku diam. Aku berbicara dalam diamku..

Aku kecewa..

Aku kecewa karena aku mengecewakanmu, karena aku tak bisa menjadi keinginanmu, aku berkomitmen untuk penuh bisa menjadi sesuai keinginanmu.. ya aku berkomitmen pada diriku sendiri, aku menemukan eksistensiku dengan berkomitmen pada diriku akan dirimu. Aku benar-benar menginginkan aku menjadi sepenuh idealmu, aku tulus.. aku bersungguh-sungguh, aku akan mengeluh jika aku ingin mengeluh, aku akan marah jika ingin marah, aku akan kecewa jika ingin kecewa, dan aku telah belajar bahwa rasa itu adalah milikku sendiri yang tak harus membuat orang lain pun ikut merasakan itu. Aku membutuhkan kamu ada untuk menginginkanku, dan dengan inginmu aku akan eksis.

Malam ini aku sebenarnya aku ingin kamu menoleh dan kembali padaku yang duduk disini dalam sendiri, aku kesepian dan ingin kamu ada disini.. dan lihatlah, dengan keinginanku ini, bukankah aku sudah kembali egois padamu??

Ajarilah egoisku…..

Advertisements

10 thoughts on “Ajarilah egoisku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s