Tahun baru 2008

Apa yang dilakukan saat malam pergantian tahun?

well.. banyak orang memilih melewati malam pergantian tahun 2007-2008 dengan cara dan acara yang sama dengan yang lainnya.. ada yang melewatkan dengan keluarga, teman, terkasihnya dan bahkan dengan Tuhan.. ah, sungguh ritual yang sama.

iseng-iseng ngobrol sembari survey pada beberapa orang dekat di sekitar saya..

Ada yang melewatkan malam pergantian tahun baru di bali bersama keluarga sekalian refreshing dan sekalian liburan, ada yang memilih melewatkan malam pergantian tahun baru dengan dugem di club dan merayakannya ramai-ramai, ada yang melewatkan malam pergantian tahun baru dengan berkonvoi motor keliling kota (jadi inget jaman masih SMA dulu), ada yang melewatkan malam pergantian tahun baru untuk check-in di hotel dan bermesraan serta bercinta dengan terkasihnya (heuhehe..), ada yang melewatkan malam pergantian tahun baru dengan duduk di pinggir jalan dan melihat orang-orang merayakan malam pergantian tahun, ada yang biasa aja lalu dirumah saja nonton TV, dan ga sedikit memilih untuk menghabiskan malam pergantian tahun baru dengan cara yang religius dengan cara beribadah (menurut kepercayaan masing-masing)..

Well semua orang memiliki cara masing-masing untuk melewatkan malam pergantian tahun baru 2008 kemarin.. Oh ya.. Malahan beberapa orang tetap harus / memilih untuk melewatkan malam pergantian tahun baru kemarin dengan pekerjaannya..

Lalu..?

Beberapa orang dalam basa-basi percakapanku menanyakan apa yang kulakukan saat malam pergantian tahun baru 2008 kemarin..

“memasak mie rebus..” jawabku.

Dan jawaban itu rupanya membuat beberapa teman mengernyitkan dahi..

Saya bukanlah orang religius yang mana akan ber-ritual dengan suasana penuh religi, saya bukanlah orang hedon yang akan bersenang-senang di satu malam yang ‘special’, saya bukanlah orang yang sangat sosial yang dengan kelebihan ekonomi akan berkegiatan sosial..

Saya hanyalah saya, yang pada malam pergantian tahun baru 2008 kemarin melewatkannya dengan cara memasak mie rebus.. Yang menggenggam sebuah sendok, di depan kompor gas (non-subsidi *amin*), dimana di atasnya saya menjerang air di sebuah panci produk lokal sampai mendidih, lalu mulai memasak mie rebus untuk saya sendiri..

Yap.. Saya memasak mie rebus untuk melewatkan malam pergantian tahun baru 2008.

Dan temanku melanjutkan pertanyaanya.. “why..??”

“it’s a secret…” kataku memungkas pertanyaannya.

Bambu-bambu berderak saat angin membelah malam, di hadapanku sebuah samudera beraksi dengan lincah dan gemulai.. Aku tak pernah memperhatikan riaknya yang timbul karena dikocok pantai.. Bulan tak nampak, hanya ada ceceran awan tebal diselimut matahari sang kaisar siang yang tertidur malam ini. Selimutku bukan dirimu, hanya udara malam dan sepi, tanpa meratap bahagia atau menertawakan duka, aku mendiamkan pikirku dari apapun yang ada.. Dan disana aku menemukannya….

Di sana ada mie rebus untukmu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s